Bolehkah Berbicara Ketika Sedang Berwudhu?

  • Whatsapp
bolehkah bicara ketika wudhu

Wudhu merupakan aktivitas bersuci atau thaharah sebelum memulai kegiatan ibadah seperti sholat, tilawah Al-Qur’an dan kegiatan ibadah lainnya. Berwudhu yang baik dan benar dengan mengikuti syarat, rukun dan adab yang telah ditentukan maka bisa mengantarkan ibadah seseorang menjadi sempurna.

Diantara masalah yang sering ditanyakan adalah perihal kebolehan berbicara ketika tengah melaksanakan aktivitas wudlu, mengingat masih banyak fenomena orang berbicara atau ngobrol ketika sedang berwudhu, sebenarnya bagaimana pandangan Fikih mengenai hal ini?

Read More

Dalam literatur kitab i’anatut tholibin dijumpai keterangan bahwasanya diantara kesunnahan berwudhu adalah tidak berbicara jika tanpa ada keperluan. Tapi jika ada hal yang mendesak dan terpaksa maka diperbolehkan berbicara misalnya ketika melihat ada hewan yang membahayakan seperti ular dan sejenisnya.

Mantan ketua Komite Fatwa al-Azhar Syekh Atiyyah Saqr menyampaikan, para ulama menyebut meskipun berbicara tidak membatalkan wudhu, sebaiknya hal itu tidak dilakukan kecuali hanya untuk berdzikir kepada Allah SWT dan untuk melakukan kebaikan, seorang Muslim seyogyanya harus khusyuk dan berkonsentrasi penuh untuk menyempurnakan wudhu dan tidak bercakap-cakap demi terciptanya wudhu yang berkualitas.

Tidak berbicara atau diam dalam berwudhu tentu anjuran yang sangat baik, mengingat wudhu merupakan gerbang ibadah yang harus dilakukan dengan penuh kesungguhan dan konsentrasi penuh agar terlaksana sesuai dengan rumusan fikih, karena ketika wudhu seseorang tidak sempurna dan dianggap tidak sah menurut syari’at maka semua ibadah yang dilakukan setelahnya juga menjadi tidak sah.

Perihal keutamaan wudhu Rasulullah SAW bersabda yang artinya sebagai berikut:

‘’Saat seseorang berwudhu kemudian membaguskan wudhunya dan mengerjakan shalat dua rakaat, di mana ia tidak berbicara dengan dirinya dalam berwudhu dan shalatnya tentang hal duniawi, niscaya keluarlah ia dari segala dosanya, seperti hari ia dilahirkan oleh ibunya.” (HR Bukhari Muslim).

Semoga kita termasuk hamba Allah yang senantiasa menjaga kualitas wudhu dimanapun dan kapanpun, dengan harapan ibadah kita semakin sempurna dan diterima Allah SWT. Wallahu a’lam bisshawaab

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *