Ulama Hadits Abu Hurairah

  • Whatsapp
makam
makam abu hurairah

Ulama Hadits Abu Hurairah. Abu Hurairah adalah sahabat Nabi yang dilahirkan tahun 19 sebelum Hijriyah. Nama Beliau sebelum memeluk Islam tidaklah diketahui dengan jelas, akan tetapi pendapat yang populer namanya adalah Abd al-Syam. Beliau berasal dari qabilah al-Dusi di Yaman.

Diceritakan bahwa Thufail bin Amru ad-Dausi, seorang pemimpin Bani Daus, kembali ke kampungnya setelah bertemu dengan Nabi Muhammad dan menjadi muslim. Thufail menyeru pada kaumnya untuk masuk Islam, Di antara yang antusias menyambut seruannya tersebut adalah Abu Hurairah, meskipun sebagian besar kaumnya saat itu menolak.

Read More

Ketika Abu Hurairah pergi bersama Thufail bin Amru ke Makkah, Nabi Muhammad kemudian mengubah nama Abu Hurairah menjadi Abdurrahman (hamba Maha Pengasih). Di sana ia tinggal bersama kaumnya beberapa tahun setelah menjadi muslim, sebelum bergabung dengan kaum muhajirin di Madinah tahun 629 M.

Abu Hurairah memeluk Islam pada tahun ke 7 H ketika Rasulullah berangkat menuju Khaibar. Saat itu, ibunya belum memeluk Islam bahkan menghina Rasulullah SAW. Kemudian pada suatu keempatan Abu Hurairah pergi menemui Rasulullah SAW, ia meminta beliau berdo’a agar ibunya masuk Islam. Ketika Abu Hurairah kembali menemui ibunya lalu mengajaknya masuk Islam, ternyata ibunya telah berubah pikiran dan bersedia masuk Islam.

Merantau Pengetahuan ke Madinah

Ulama Hadits Abu Hurairah. Abu Hurairaha pindah ke Madinah pada mulanya untuk bekerja. Di sana, beliau bekerja sebagai pekerja kasar atau kita lebih sering sebut dengan buruh. Beliau sering mengikatkan batu di perutnya untuk menahan rasa lapar, Diceritakan bahwa beliau berbaring menghampar di mimbar masjid sehingga orang-orang menyangka beliau sudah tidak waras lagi.

Ketika Rasulullah` mendengar kabar tersebut, beliau langsung menemui Abu Hurairah dan menjelaskan kepada orang-orang bahwa Abu Hurairah berbuat seperti itu karena lapar. Lalu Rasulullah memberinya makanan.

Selain seorang tamu baru di kota Madinah, Abu Hurairah memang juga dikenal pada saat itu seorang sahabat yang sangat miskin, keputusan ia berhijrah dari Yaman ke tanah Madinah membuatnya kehilangan harta harta yang ia miliki di Yaman. Namun, kaum muslimin saat itu telah menyediakan tempat untuk tamu Allah SWT yang tidak mempunyai harta dan keluarga di serambi masjid yang dikenal dengan nama Shuffah. Mereka di tempatkan di Shuffah, seraya belajar Islam kepada Rasulullah SAW.

Baca juga: Abdul Kodir Pahlawan dari Sintang

Menjadi Ulama Hadits

Ahl al-Shuffah adalah sebutan untuk para penghuni masjid Nabawi saat itu. Sahabat Abu Hurairah menjadi orang yang paling Faqih di antara Ahl al-Shuffah yang lain. Hal ini karena ia jarang absen dalam setiap majelis Rasulullah SAW dan senantiasa menyimak segala ucapan serta perilaku Rasulullah SAW.

Para Ahl al-Shuffah mendapatkan makanan jika Rasulullah SAW mendapatkan makanan. Mereka juga tidak makan bila keluarga Rasulullah SAW tak makan. Namun mereka tidak pernah mengurangi intensitas dalam mempelajari Islam dan menimba ilmu dari Rasulullah SAW.

Memang semangatnya Abu Hurairah dalam ilmu hadist telah diketahui oleh Rasulullah seperti di dalam hadist,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَدْ ظَنَنْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَنْ لَا يَسْأَلُنِي عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلُ مِنْكَ لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الْحَدِيثِ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ

Abu Hurairah pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Siapa yang paling senang dapat syafaatmu nanti wahai Rasulullah? Rasulullah mengatakan, “sudah kuduga bahwa engkau yang akan menanyakan hal ini wahai abu hurairah saat aku melihat semangat atas hadist”. (HR. Bukhari).

Diriwayatkan dalam kitab Tarikh al-Dimassyqi bahwa Abu Hurairah pernah berkata, “Aku membagi malamku tiga bagian pertama untuk membaca Al Quran, sebagian lain untuk tidur, sebagian lagi untuk mengulang hafalan hadsitku”.

Abu Hurairah meriwayatkan hadits dari sahabat-sahabat terkenal seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ubay bin Ka’ab, Usamah bin Za’id, Aisyah dan sahabat lainnya. Sedangkan jumlah orang yang meriwayatkan darinya melebihi 800 orang, terdiri dari para sahabat dan tabi’in. Di antara sahabat lain yang meriwayatkan hadits darinya adalah Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, Jabir bin Abdullah dan Anas bin Malik. Sedangkan dari kalangan tabi’in antara lain Sa’id bin al-Musayyab, Ibnu Sirin, Ikrimah, Atha’, Mujahid dan Asy-Sya’bi.

Sahabat yang mulia ini terkenal sebagai sahabat yang banyak meriwayatkan hadist, tercatat sekitar lebih dari 5.374 hadist yang di riwayatkan lewat jalurnya.

Berpulangnya Sang Ulama

Abu Hurairah meninggal pada usia ke 78 tahun pada 57 hijriyah. Beliau dimakamkan di pemakaman Baqi’.

Sahabat yang mulia ini dianugerahi umur yang panjang oleh Allah SWT.  Jarak dari wafatnya Rasulullah SAW  dengan wafatnya Abu Hurairah sekitar 47 tahun. Oleh  karena itu beliau sangat sering mengajarkan umat dan banyak meriwayatkan hadits.

Diriwayatkan dari Nafi’ bahwa saat Abu Hurairah wafat aku dan Ibnu Umar ikut mengiringi jenazahnya. Ibnu Umar tidak pernah lepas mendoakan Abu Hurairah lalu ia berkata, “Orang ini adalah orang yang paling hafal hadist Rasulullah SAW”.

Baca juga: Mengenal Jenderal Abdul Haris Nasution

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *