Keburukan Dosa dan Cara Menghapusnya

  • Whatsapp

Keburukan Dosa dan Cara Menghapusnya — Hidup manusia tidak terlepas dari benar dan salah. Bahkan bisa jadi kita jatuh pada kesalahan yang sama tidak dalam satu kali. Tidak ada satu kesalahan, kehilafan, dosa dan maksiat yang dapat kita maklumi, wajarkan dan mafhumi, yang harusnya kita renungkan dari setiap kesalahan dan kekhilafan manusia adalah dengan menyesalinya, bermuhasabah kemudian melakukan perbaikan.

Ibarat dalam pepatah, “keledai pun tidak akan jatuh untuk yang kedua kalinya pada lubang yang sama”, maka agar kita tidak jatuh pada kesalahan yang sama, kekhilafan yang sama, dosa dan maksiat yang sama, maka jangan jadikan kalimat kalimat “manusia tempat salah dan khilaf” sebagai kalimat pemakluman, pewajaran dan pemahfuman apalagi pembenaran.

Lingkungan kita saat ini memperlihatkan banyak pelanggaran syariat, bahkan disodorkan terang-terangan kepada kita, apalagi ketika terhubung ke internet menggunakan smartphone atau laptop. Niat yang sebelumnya akan digunakan untuk berkomunikasi, membaca hal-hal yang bermanfaat, atau pun bertransaksi sesuai syariat, seketika dihadapkan dengan iklan tawaran perjudian, pinjaman ribawi, hingga fasilitas untuk berbuat zina.

Pengaruh Dosa pada Diri Seseorang

Keburukan Dosa dan Cara Menghapusnya — Menurut Ibnu Qayyim dalam kitabnya Al-Da’wa bahwa banyak akibat buruk yang ditimbulkan oleh dosa yang terdapat pada diri seseorang.

Diantara akibat buruk tersebut adalah sebagai berikut.

Pertama, Menutup kecerdasan, hati nurani menjadi tidak berfungsi, tertutup dan jauh dari hidayah Allah. Rasulullah SAW mengatakan bahwa seseorang yang beriman apabila melakukan suatu dosa, maka akan terlahir bintik hitam di dalam hatinya. Jika dia bertaubat, melepaskan diri dari dosa dan mohon ampun maka besihlah  hatinya Jika bertambah dosanya maka bertambah banyak titik noda hitam hingga menutup hatinya.

Kedua, Mendatangkan ketakutan dan kegelisahan. Dalam hal ini Syekh Al-Jurjani mengatakan bahwa ada tiga hal bagian dari pengikat tauhid dalam diri seseorang yaitu takut khauf), berharap (roja’) dan cinta kepada Allah SWT (mahabbah). Bertambahnya takut disebabkan banyaknya dosa.

Ketiga. Menjadi penghalang datangnya rezeki. Rasulullah bersabda bahwa sesungguhnya rezeki seseorang itu terhalang oleh dosa yang menimpanya. Semakin banyak dosa yang dilakukan oleh seseorang, sejatinya semakin banyaak rezeki dari Allah SWT yang terhalang.

Baca juga: Menuntut Ilmu itu Harus!

Keempat. Mempercepat datangnya azab Allah SWT. Suatu hari Rasulullah SAW pernah menyampaikan wasiat kepada kaum muhajirin berupa lima hal yang dengan sangat berharap agar hal tersebut tidak sampai terjadi; (1) Jika kejahatan dilakukan dengan terang-terangan dalam satu kaum, maka kaum itu akan ditimpakan secara merata penyakit dan kelaparan yang belum pernah terjadi pada generasi sebelumnya. (2) Jika orang-orang telah melakukan kecurangan dalam takaran dan timbangan dengan terang-terangan maka allah akan menipakan paceklik, inflasi ( segala kebutuhan mahal ) dan zalimnya seorang penguasa.

(3) Jika orang-orang kaya tidak mau mengeluarkan zakatnya, maka Allah akan menahan hujan dari langit. (4) Jika orang-orang telah melanggar janji Allah dan Rasulnya, maka Allah akan memberikan kekuasaan kepada musuh untuk menguasai mereka dan musuh itu akan mengurus kekayaan alam yang ada didalam negerinya. (5) Jika pemimpin tidak lagi mau berhukum dengan kitab Allah dan hanya memilih-milih yang menguntungkan dirinya, maka Allah akan menimpakan bencana diantara mereka.

Cara Menghapus Dosa

Keburukan Dosa dan Cara Menghapusnya — Bagi kita yang hendak melangsungkan niat untuk bertaubat, inilah beberapa cara taubat yang benar sesuai dengan syariat Islam Berikut di antaranya:

Pertama kita mesti menyesali perbuatan. Langkah pertama ini menyesali seluruh perbuatan buruk dan semua dosa yang pernah kita lakukan semasa hidup kita. Sebab dengan penyesalan ini akan melahirkan suatu dorongan untuk meninggalkan segala bentuk kemaksiatan.

Kedua meninggalkan kemaksiatan. Setelahnya kita menyesali seluruh dosa yang selama ini pernah dilakukan, selanjutnya adalah melangkah pada tahap meninggalkan kemaksiatan. Meninggalkan kemaksiatan itu adalah konsekuensi dari penyesalan yang kita rasakan.

Ketiga memiliki tekad untuk tidak lagi melakukan kemaksiatan. Meskipun terkadang kita terjebak lagi lalu melakukan maksiat lagi, maka tetaplah bertaubat. Akan tetapi hal ini jangan dijadikan seperti suatu hal yang main-main. Karena Allah SWT akan senantiasa mengetahui niat tiap masing-masing individu.

Baca juga: Cara Mudah Berbakti Kepada Orang Tua

Keempat melaksanakan shalat Taubat. Rasulullah SAW menyuruh umatnya untuk melakukan salat taubat ketika telah terlanjur berbuat dosa. Beliau menyuruh untuk menyempurnakan wudu dan mendirikan salat 2 rakaat dengan khusyuk, pikiran tidak kemana-mana. Tetapi, salat taubat ini bukan salat rutinitas sama halnya seperti salat sunnah rawatib. Salat taubat termasuk ke dalam amalan saleh yang semoga diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT. Kemudian banyak-banyak untuk berdzikir. Khususnya beristighfar dan menghayati dengan penuh penyesalan.

Kelima menyelesaikan urusan dengan orang lain. Jika suatu dosa yang pernah kita lakukan itu menyangkut permasalahan atau pertentangan dengan sesama manusia lagi. Maka sudah seharusnya untuk segera menyelesaikan pertentangan tersebut. Dengan cara meminta maaf atas dosa yang pernah dilakukan kepadanya.

Namun jika misalnya, orang lain yang berbuat salah tetapi dia tidak kunjung meminta maaf. Alangkah baiknya, kita memaafkan dia sebelum dia meminta maaf kepada kita.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *