Lupa Membaca Niat, Bagaimana Puasanya?

  • Whatsapp

Lupa Membaca Niat, Bagaimana Puasanya? — Puasa Ramadan adalah salah satu kewajiban agama Islam yang harus dilakukan oleh umat Muslim yang telah mencapai usia baligh. Puasa Ramadan dilakukan selama satu bulan penuh dan diawali dengan menentukan niat puasa sebelum fajar tiba.

Perkara niat sudah dijelaskan dalam sebuah hadis Rosulullah SAW :

Read More

عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Artinya :

Dari Umar bin Khattab, ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Amalan itu tergantung pada niatnya dan setiap orang akan memperoleh sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya untuk dunia atau untuk wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya untuk apa yang dia hijrahkan’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bacaan Niat Puasa Ramadan

Lupa Membaca Niat, Bagaimana Puasanya? — Berikut adalah lafazh niat puasa yang telah masyhur dan diajarakan oleh para ulama kita.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri ramadhani hadzihis sanati lillahi ta’ala

Artinya: “Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah ta’ala.”

Baca juga: Inilaah Bacaan Doa Qunut dan Beberapa Keterangannya

Waktu Melafalkan dan Tata Caranya

Lupa Membaca Niat, Bagaimana Puasanya? — Dilansir Disebutkan dalam Kitab Fatawa Ramadhan karya Al-Habib Abdullah bin Mahfudz bin Muhammad Al-Haddad, menurut mazhab Syafi’i, niat disyaratkan untuk dilakukan di setiap malam hari-hari Ramadan. Ulama Syafi’iyah juga menyunnahkan membaca niat puasa sebulan penuh di awal malam pertama bulan Ramadan sebagai bentuk antisipasi.

Dalam Buku Panduan Ibadah Ramadhan karya Annisa Nurul Hasanah dikatakan, waktu membaca niat puasa Ramadan harus dilakukan pada malam hari hingga sebelum terbitnya fajar yang ditandai dengan kumandang adzan Shubuh. Hal ini sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh ummul mukminin Hafshah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ لَمْ يَجْمَعُ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ, فَلَا صِيَامَ لَهُ. روه أحمد

Artinya: “Barang siapa yang tidak menetapkan niat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR Ahmad)

Sementara itu, tata cara membaca niat puasa Ramadan cukup dilafalkan dari dalam hati. Melafalkan niat secara lisan diperbolehkan hanya untuk mempertegas dan menuntun hati agar siap melakukan puasa.

Niat puasa wajib juga harus dilakukan dengan ta’yin atau menentukan jenis puasa dan kefardhuannya. Hal tersebut dikarenakan tata cara melakukan puasa wajib dengan puasa sunnah sama saja. Sebagai pembeda antara puasa fardhu dengan puasa sunnah, maka jenis puasa dan kefardhuannya wajib disebutkan di dalam niat.

Bagaimana Bila Lupa Membaca Niat?

Lupa Membaca Niat, Bagaimana Puasanya? — Puasa Ramadhan merupakan kewajiban setiap muslim yang telah mencukupi syarat dan rukun. Sahnya puasa Ramadhan tidak terlepas dari adanya niat malam hari dari tenggelamnya matahari sampai sebelum terbitnya fajar, sebagai rukun pertama. Keterangan ini sebagaimana hadis Nabi saw: “Barang siapa yang tidak berniat puasa di malam hari sebelum terbitnya fajar, maka tidak ada puasa baginya.”(HR. Abu Daud, at Tirmidzi, an Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad).

Berdasarkan dari hadis tersebut, sangat jelas bahwa orang yang tidak niat puasa fardlu di malam harinya, maka puasanya tidak sah.

Baca juga: Tata Cara Mandi Junub Menurut Imam al-Ghazali

Namun dijelaskan oleh Imam Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitab fatwanya: “Dalam kitab Al-Majmû’ disebutkan, disunahkan bagi orang yang lupa berniat puasa di bulan Ramadhan untuk berniat pada pagi hari karena bagi Imam Abu Hanifah hal itu sudah mencukupi, maka diambil langkah kehati-hatian dengan niat. Niat yang demikian itu mengikuti (taqlid) Imam Abu Hanifah. Bila tidak diniati taqlid maka ia telah mencampurkan satu ibadah yang rusak dalam keyakinannya dan hal itu haram hukumnya.” (Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Fatâwâ Al-Fiqhiyyah Al-Kubrâ, juz IV, hal. 307)

Berdasarkan dari penjelasan di atas, apabila ada orang yang lupa berniat puasa pada malam hari masih dapat terselamatkan puasanya. Namun perlu ditegaskan bahwa solusi ini hanya untuk mereka yang lupa tidak berniat, bukan sengaja tidak berniat di malam hari. Oleh karena itu kita harus tetap berupaya untuk melafalkan niat puasa setiap malam hari selama bulan Ramadhan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *