Hukum Shalat Tarawih Sendirian

  • Whatsapp
qiyamul lail
qiyamul lail

Hukum Shalat Tarawih Sendirian — Shalat tarawih adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan di bulan ramadhan, selain ibadah puasa ramadhan tentunya. Pada bulan ramadhan umat Islam melaksanakan shalat tarawih dengan berjamaah di masjid namun ada pula yang melaksanakan shalat sunnah tarawih sendirian di rumah.

Shalat tarawih adalah salah satu shalat sunnah yang dikerjakan malam hari atau disebut dengan qiyamul lail dan diakhiri dengan shalat witir. Namun pelaksanaannya sedikit berbeda dengan shalat malam yang lain yaitu shalat tahajud.

Read More

Shalat tahajud bisa dilaksanakan di malam apa saja selain bulan ramadhan namun sebelum melaksanakan shalat tahajud seseorang dianjurkan untuk tidur dan bangun disepertiga malam sementara untuk mengerjakan shalat tarawih seseorang tidak perlu tidur terlebih dahulu.

Baca juga: Bolehkah Berbicara Ketika Berwudhu?

Hukum Asal Shalat Tarawih

Hukum Shalat Tarawih Sendirian — Hukum melaksanakan shalat tarawih adalah sunnah bagi pria dan wanita. Hal ini disandarkan pada sabda Rasulullah saw yang berbunyi:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau.” (HR al-Bukhari, Muslim, dan lainnya).

Anjuran shalat tarawih juga tertuang dalam hadits lain dengan redaksi yang berbeda:

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَغِّبُ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ فَيَقُولُ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Dari Abi Hurairah radliyallahu ‘anh Rasulullah gemar menghidupkan bulan Ramadhan dengan anjuran yang tidak keras. Beliau berkata: ‘Barangsiapa yang melakukan ibadah (shalat tarawih) di bulan Ramadhan hanya karena iman dan mengharapkan ridha dari Allah, maka baginya di ampuni dosa-dosanya yang telah lewat.” (HR Muslim).

Syekh Wahbah Zuhaili menjelaskan dalam al-Fiqhul Islâmi wa Adillatuh bahwa hukum berjamaah dalam pelaksanaan shalat Tarawih adalah sunnah kifayah. Artinya, jika semua jamaah masjid meninggalkan jamaah Tarawih, maka semuanya mendapatkan dosa, namun jika ada yang melakukannya maka gugur dosa-dosa yang lain.

Bagaimana Bila Shalat Sendirian?

Hukum Shalat Tarawih Sendirian — Shalat tarawih memang dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits berikut ini ;

“Kami berpuasa Ramadhan bersama Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam dan beliau tidak berdiri (sholat lail) bersama kami sedikitpun dari bulan itu kecuali setelah tersisa tujuh hari. Kemudian beliau berdiri (mengimami) kami sampai berlalu sepertiga malam. Dan ketika malam keenam (dari malam yang tersisa,-pent.) beliau tidak berdiri (mengimami) kami. Kemudian saat malam kelima (dari malam yang tersisa) beliau berdiri (mengimami) kami sampai berlalu seperdua malam.-

-Maka berkata : “Wahai Rasulullah, andaikata engkau menjadikan nafilah untuk kami Qiyam malam ini,” maka beliau bersabda : “Sesungguhnya seorang lelaki apabila ia sholat bersama imam sampai selesai maka terhitung baginya Qiyam satumalam”.

Baca juga: Lupa Membaca Niat, Bagaimana Puasanya?

Dan ketika malam keempat (dari malam yang tersisa,-pent.) beliau tidak berdiri (mengimami) kami. Dan saat malam ketiga (dari malam yang tersisa,-pent.) beliau mengumpulkan keluarnya, para istrinya dan manusia lalu beliau berdiri (mengimami) kami sampai kami khawatir ketinggalan Al-Falah.

Saya –rawi dari Abu Dzar- bertanya : “Apakah Al- Falah itu?” (Abu Dzar menjawab : “Waktu sahur”. Kemudian beliau tidak berdiri lagi (mengimami) kami pada sisa bulan.” (HR. Ahmad, Abu Daud, An-Nasa`i, Ibnu Majah).

Namun pendapat  berikutnya menyatakan bahwa shalat tarawih sendirian lebih afdhol. Pendapat ini berdasarkan pendapat imam malik, Abu Yusuf dan ulama lain dan dikuatkan oleh hadits Rasullullah SAW yang berbunyi

“Hendaklah kalian manusia melaksanakan shalat (sunnah) di rumah kalian karena sebaik-baik shalat adalah shalat seseorang di rumahnya kecuali shalat wajib.” (HR Bukhari Muslim)

Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut dan mengingat bahwa hukum shalat tarawih di bulan puasa adalah sunnah maka shalat tarawih di rumah sendirian hukumnya sunnah dan dibolehkan. Namun sebaiknya tetap dilaksanakan berjamaah jika tidak ada halangan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *